SEPTEMBER 2009

DUA SATPAM DAN SATU POLISI TEWAS

Sebuah mobil pengiriman jasa uang (Cash in Transit) milik PT Kelola Jasa Arta (KEJAR) ditembaki sekelompok orang di Jl. Raya Yogya-Magelang pada 15 September 2009 silam. Harian KOMPAS menuliskan bahwa dua orang petugas KEJAR Agus Sutrimo dan Arif Wirohadi, serta seorang aparat kepolisian, Brigadir Mardiyono, tewas akibat serangan kelompok orang yang masih ditelusuri oleh aparat kepolisian. Kendaraan milik PT Kelola Jasa Arta diduga dibuntuti oleh pelaku sejak dari Bank Danamon kota Magelang. Pelaku menembaki kendaraan sehingga kendaran korban menabrak pohon. Sejauh ini aparat kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut karena pelaku tidak membongkar brankas yang ada di mobil. (*)

—(*)—

SATPAM DAN MAHASISWA UNHALU BENTROK

Kericuhan terjadi di Kampus Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari selama beberapa hari. Hari Rabu (9/9), mahasiswa terlibat perkelahian dengan para petugas Satpam kampus. Mahasiswa yang awalnya memprotes kebijakan Rektor Unhalu, Usman Reinse, yang memberikan sanksi skors terhadap sembilan mahasiswa. Metro TV mengungkapkan bahwa kericuhan terjadi saat mahasiswa menghalangi mobil Rektor Unhalu yang akan meninggalkan gedung Rektorat. Aksi mahasiswa ini langsung dihadang petugas Satpam kampus. Ketegangan tersebut berujung pada perkelahian antara mahasiswa dan Satpam. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden ini. (*)

—(*)—

SATPAM BRI DITANGKAP

Polda Metro Jaya menangkap seorang petugas Koordinator Satpam Bank Rakyat Indonesia 8 September 2009 silam karena diduga membawa kabur uang nasabah sebesar Rp900 Juta. Aksi pencurian dilakukan tersangka yang berinisial Lf itu sepanjang bulan Juli 2009 lalu. Modus yang dilakukannya adalah dengan menduplikasikan kunci brankas penyimpan uang milik nasabah. Ia menambahkan, uang yang diambil dari brankas sekitar 100 hingga 200 juta rupiah. Total uang nasabah yang telah diambil Lf dalam satu bulan tersebut mencapai sekitar Rp900 juta. Pelaku akhirnya ditangkap di rumahnya di kawasan Jakarta Timur setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan pihak bank. (*)

—(*)—

SATPAM KEDUBES AS DIPECAT

Empat belas tenaga Satpam outsourcing di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kabul telah dipecat dan dipulangkan. Hal ini dilakukan karena mereka ketahuan menggelar pesta seks dan acara mabuk-mabukan. Pemecatan mereka diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk Afganistan, Karl Eikenberry, pada 4 September 2009 silam. Dia mengungkapkan bahwa para pekerja itu dikontrak dari perusahaan jasa keamanan ArmorGroup untuk menjaga fasilitas Kedubes AS di Kabul. Kantor berita Associated Press mengungkapkan bahwa Departemen Luar Negeri AS meminta ArmorGroup, sebagai penyedia jasa keamanan Kedubes AS di Afganistan, mengganti tim mereka di Kabul. Kontrak ArmorGroup dengan Deplu AS baru berakhir Juli 2010. Para pekerja kontrak yang telah dipulangkan dari Afganistan itu nama maupun kewarganegaraan mereka tidak dipublikasikan. Selain warga negara Amerika, beberapa dari 450 petugas keamanan Kedubes AS di Kabul berasal dari Nepal dan India. Skandal itu terkuak pekan lalu saat lembaga swadaya masyarakat (LSM), The Project on Government Oversight, membeberkan perilaku menyimpang para petugas keamanan Kedubes AS di ibu kota Afganistan. LSM itu lalu mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Hillary Clinton disertai dengan sejumlah data pendukung berupa lampiran foto dan rekaman video perilaku para petugas keamanan Kedubes AS di Kabul. (*)

—(*)—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: