OKTOBER 2009

SATPAM BOTANI DISERANG KELOMPOK PEMUDA

Aksi saling serang terjadi antara massa yang diduga pekerja pool bus wisata dengan Satpam outsourcing PT ISS Indonesia di Botani Square. Akibat peristiwa itu, sebuah mobil mewah mengalami kerusakan di bagian belakang. Selain itu kaca depan Botani Square retak dan seorang Satpam mengalami luka. Aksi tersebut menimbulkan kepanikan para pengunjung Botani Square. Petugas Kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan yang akhirnya menghentikan aksi penyerangan tersebut. Diduga, peristiwa itu merupakan kelanjutan dari aksi unjuk rasa para pekerja di Pool Bus Wisata Baranangsiang. Pihak IPB dan karyawan Pool Bus Wisata sebelumnya telah menandatangani kesepakatan di Gedung DPRD Kota Bogor yang menjelaskan bahwa pihak IPB akan memprioritaskan 20 orang untuk diakomodir bekerja di pool bis wisata dan dapat mengikuti rekruitmen karyawan PT ISS Indonesia. Akan tetapi, kesepakatan tersebut tampaknya tidak berjalan dengan baik, sehingga berdampak pada penyerangan ke Lokasi kerja Satpam ISS Indonesia. (*)

—(*)—

SATPAM LENGAH, RUMAH MEWAH DIRAMPOK

Pelaku kejahatan di Jakarta kian menunjukkan taringnya. Kediaman Jeannet Koss Collier, seorang staf Kedutaan Besar Jerman, dirampok pada 26 September 2009 silam. Aparat kepolisian menduga pelaku beraksi seorang diri di malam hari dengan melompat pagar dan mengambil kamera digital dan telepon selular yang ada di lantai satu. Pada saat itu Jeannet tengah tidur bersama suami dan anaknya. Ia mengetahui adanya aksi perampokan saat ia tengah mencoba menenangkan anaknya yang menangis. Petugas Satuan Pengaman yang bertugas di rumahnya, Bambang (60) mengaku tidak mengetahui aksi perampokan tersebut. Aparat kepolisian kini menyelidiki kasus tersebut dan memeriksa sejumlah saksi termasuk Satpam yang berjaga di rumah tersebut. (*)

—(*)—

SATPAM PADAMKAN KEBAKARAN HYPERMALL

Sebuah Trafo di  Hypermall Kelapa Gading Barat Jakarta Utara meledak, Sabtu (19/9) silam. Akibatnya, peristiwa yang sempat mengeluarkan lendakan itu menimbulkan percikan api. Seorang petugas Satpam Hypermall, Anang S., 31 tahun, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pukul 19.10 saat ia sedang melakukan patroli. Ia mendengar ledakan sebanyak 2 kali. Anang dan teman-temannya berusaha untuk memedamkan api tetapi timbul ledakan lagi. Para petugas Satpam lalu menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran. Api padam sekitar pukul 20.30 Wib. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, sedangkan kerugian materi belum dapat ditaksir.(*)

—(*)—

SATPAM ANIAYA SANTRI

Tindak kekerasan personil Satpam terhadap seorang santri di Kecamatan Tenayanraya bernama Arif Qori (14), terjadi di Pekanbaru. RIAUPOS menuliskan bahwa korban dianiaya oleh Satpam pondok pesantren tempatnya belajar berinisial JZ (40) dengan cara dipukul dan ditendang. Akibat pemukulan tersebut korban mengalami luka memar di bagian tangan kanan dan sakit di bagian rusuk kanan. Korban bersama orangtuanya melaporkan kasus ini ke Mapoltabes Pekanbaru. Dalam laporannya, korban menjelaskan, sebelum penganiayaan itu terjadi, JZ sempat menemuinya dan bertanya kenapa tidak masuk ke ruang kelas. Lalu dijawab korban, pakaian belajarnya hilang dicuri orang. Mendengar ucapan itu, Satpam tidak percaya dan mengatakan kalau hal itu hanyalah akal-akalan korban saja untuk bisa bolos. Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP Jon Wesly SIK mengungkapkan bahw laporan korban tersebut sudah ditindaklanjuti. (*)

—(*)—

DUA SATPAM JADI SAKSI KASUS NASRUDIN

Dua petugas Satuan Pengamanan (Satpam) PT Yasunlitex Tangerang, Gunarto dan Mail Sunandar membeberkan kesaksian persidangan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) di PN Tangerang, Banten. Salah seorang hakim PN Tangerang yang memimpin persidangan kasus Nasrudin, Ismail SH ketika dihubungi Senin pagi (5/10)membenarkan bahwa dua satpam akan memberikan keterangan. Sesuai agenda persidangan, bahwa salah seorang tim jaksa Raharjo Budi SH mengajukan Gunarto dan Mail Sunandar karena menyaksikan pengambilan proyektil peluru yang digunakan membunuh Nasrudin. Dalam persidangan yang digelar pada ruangan terpisah di PN Tangerang dengan lima terdakwa yakni Daniel Daen Sabom, Heri Santoso alias Bagol, Fransiscus Tadom Kerans alias Amsi, Hendrikus Kiawalen alias Hendrik, dan Eduardus Ndopo Mbete alias Edo. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: