MEI 2010

SATPAM DISERANG KOMPLOTAN GARONG

Dua petugas Satpam, Ahmad Yani (35) dan Sadri (35) ditemukan terikat tangan dan kakinya serta mulutnya ditempeli lakban oleh seorang warga pada 22/4/2010 silam. Kedua Satpam tersebut kemudian mendatangi Polsek Gambut untuk melaporkan perampokan yang baru saja dialaminya. Berdasarkan informasi Kepolisian, sebuah kantor perusahaan barang pecah belah yang dijaga kedua Satpam tersebut dirampok oleh lima orang perampok. Brankas di dalam ruang kantor dirusak dan pintunya dicongkel, diduga menggunakan linggis. Uang di dalam brankas habis dikuras perampok. Salah seorang karyawan mengatakan bahwa kedua Satpam tersebut masih trauma atas peristiwa itu. Kapolsek Gambut AKP Mike Hardi W. mengatakan bahwa, pihaknya belum memperoleh petunjuk terkiat perampokan tersebut. Dia menduga pelaku adalah orang lama yang biasa beroperasi di Kertak Hanyar, Gambut dan Landasan Ulin. Kedua satpam tak dapat mengenali pelaku karena mereka menggunakan topeng. (*)

—(*)—

SEKOLAH HARUS DIJAGA OLEH SATPAM

Berulangnya peristiwa penculikan yang berlanjut pada pencabulan terhadap sejumlah siswi sekolah dasar (SD) membuat Polda Bali merekomendasikan kepada seluruh sekolah untuk menyiagakan Satpam di setiap sekolah. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Gde Sugianyar mengatakan selama ini sekolah-sekolah di Bali hanya dijaga oleh penjaga sekolah (waker). Hanya beberapa sekolah yang sudah memiliki tenaga satpam, sehingga guru-guru dan waker juga perlu berperan dalam pengawasan siswa selama masih berada di sekolah. Selain itu, Polda Bali kini menyebarkan personel intelijen di tiap sekolah untuk melakukan pengawasan. Hal itu juga dilakukan dalam upaya untuk mengungkap jaringan pelaku penculikan dan pemerkosaan terhadap siswi di bawah umur tersebut. Berdasarkan data di Polda Bali, selama 2010 tercatat ada enam kasus pemerkosaan terhadap siswi di Denpasar, di mana lima di antaranya menimpa siswi SD. (*)

—(*)—

DIKSAR SATPAM JAMBI DITUTUP

Sebanyak 160 orang peserta Pelatihan Dasar Satpam Angkatan XXVI, dinyatakan lulus dalam upacara penutupan diksar yang digelar di lapangan hijau Mako Polda Jambi, 13 April 2010 silam. Diksar dilaksanakan selama 30 hari, dari tanggal 15 Maret-13 April 2010, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi. Sementara itu, Kapolda Jambi dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas Satpam sangat berat dan mulia, dalam rangka menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat kerja meliputi aspek pengamanan fisik, personel, informasi, dan pengamanan tekhnik lainnya. Dunia usaha membutuhkan pengamanan untuk menjamin keberlangsungan usaha, meningkatkan produktivitas, mencegah kerugian, membangun reputasi perusahaan, dan keunggulan daya saing,’’ ungkapnya. Kapolda juga mengucapkan terima kasih pada Kepala SPN, pembina, dan pelatih, atas segala jerih payah dan ilmu yang diberikan. Usai penutupan, digelar simulasi mengenai bagaimana fungsi satpam dalam mengamankan perusahaan. (*)

—(*)—

SATPAM TANGKAP PENCURI REL KERETA

Seorang penduduk Gesingan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, 6 Mei 2010 silam diamankan Petugas Satpam Stasiun Purwosari karena diduga terlibat pencurian bantalan rel dan baut pengikat rel di gudang penyimpanan peralatan kereta di stasiun tersebut. Pelaku diamankan beserta barang bukti berupa dua karung berisi 12 bantalan rel dan 92 baut pengikat rel. Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Laweyan untuk penyelidikan lebih lanjut. Salah satu Satpam mengatakan, bahwa ia mendapat info dari warga bahwa ada orang yang berniat mencuri dari gudang penyimpanan peralatan yang terletak di sisi utara stasiun. Seketika saat itu juga para petugas Satpam mendatangi lokasi stasiun dan melihat ada satu orang di dekat gudang. Di dekatnya ada karung berisi bantalan dan baut pengikat rel. Saat ditanya, pelaku mengatakan bahwa karung itu bukan miliknya. Pencuri yang mengambil barang sudah kabur. Kasus pencurian di gudang penyimpangan peralatan kereta Stasiun Purwosari baru terjadi kali ini. Kapolsek Laweyan AKP Sukidi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Pelaku masih dimintai keterangan secara intensif. (*)

—(*)—

SATPAM DRYDOCK AKAN DIBENAHI

Setelah terjadinya kerusuhan bernuansa etnis di PT Drydock World Graha, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau akan membenahi Satuan Pengamanan PT Drydocks World Graha. Kepalaa Biro Bina Mitra Polda Kepri, Kombes Ricky F Wakanno, mengatakan bahwa, Satpam Drydocks World Graha selama ini menjadi kepanjangan tangan kepolisian, namun tidak kooperatif. Pembenahan akan dilakukan supaya Satpam kooperatif dan jumlahnya memadai untuk lingkungan kerja dengan 8.000 karyawan. Jumlah anggota Satpam di Drydocks World Graha saat ini hanya ada 100 orang di mana 60 orang tidak memiliki sertifikat Satpam dan 40 orang lainnya hanya memegang surat penyaluran melalui Badan Usaha Jasa Pengamanan. Pembenahan akan diawali dengan pemeriksaan keberadaan Satpam sesuai dengan Peraturan Polri No 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan. Kepolisian juga akan memeriksa urusan kemigrasian tenaga kerja asing (TKA) di perusahaan tersebut. (*)

—(*)—

SATPAM UNEJ TANGKAP WARGA MESUM

Petugas Satuan Pengaman kampus Universitas Jember, 3 Mei 2010 silam menangkap seorang warga yang tengah (maaf) beronani di kampus. Pelaku dibekuk ketika Satpam kampus tengah berpatroli dan mencurigai seorang pria di belakang Gedung Sutardjo. Satpam pun langsung menggelandang pelaku ke pos. Pelaku mengaku sehari-hari bekerja sebagai pedagang. Aksi onani di depan umum bukan sekali ini terjadi di lingkungan kampus Universitas Jember. Beberapa tahun silam, petugas Satpam mengamankan seorang pelaku aksi onani eksibisionis. Ia melakukan perbuatan itu di depan mahasiswi yang tengah lewat. Tiga tahun sebelumnya, beberapa orang mahasiswa menghajar seseorang yang ditengarai pelaku onani eksibisionis. Pelaku ini menggoda seorang mahasiswi, bahkan sempat memegang tubuh mahasisiw itu. Sejauh ini semua pelaku melakukan aksinya siang hari, dan tak satu pun berstatus mahasiswa. (*)

—(*)—

SATPAM PABRIK TEWAS MELAWAN GARONG

Perampokan sadis terjadi di pabrik textil PT Indo Utama di Kabupaten Batang, 4 Mei 2010 silam dan menewaskan seorang Satpam pabrik. Selain itu, Satu satpam lainnya kritis dan dirawat ke RS Suwondo Kendal. Korban tewas diketahui bernama Sa’ali (55) warga Dukuh Cekelan, Kabupaten Batang. Korban tewas akibat kehabisan darah karena menderita luka robek sepanjang 10 cm pada bagian belakang kepala. Sementara korban kritis yakni Yaryo (45) warga Dukuh Pagedangan. Keduanya merupakan Satpam pabrik tekstil tersebut. Kapolres Batang, AKBP Ahmad Lutfi, mengatakan bahwa, kasus ini adalah murni perampokan, kemungkinan korban memergoki pelaku perampokan sehingga korban dibunuh. Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang ada di TKP. (*)

—(*)—

POLRESTA SEMARANG GELAR PELATIHAN SATPAM

Kepolisian Resort Kota Semarang Selatan selama dua bulan ke depan akan menggelar pelatihan bagi Satuan Pengaman yang tersebar di berbagai daerah di Kota Semarang. Kegiatan dapat di ikuti oleh Satpam manapun tanpa di pungut biaya. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kinerja Satpam selama menjalankan tugas di lapangan. Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Semarang Selatan, Kompol Budi Setiawan mengatakan, sekarang ini para penjahat semakin lihai, berani, dan nekat, dalam menjalankan aksinya. Oleh karenanya diperlukan Satpam yang tangguh dan mampu menangani permasalahan dengan cepat serta tanggap. Materi teori yang diberikan antara lain pengetahuan kepemimpinan, tugas dan fungsi pokok sebagai seorang Satpam, sementara materi fisik berupa pelatihan beladiri, PBB, melumpuhkan penjahat serta penggunaan tongkat dan borgol. Personil Satpam yang ingin bergabung diharapkan mendaftarkan diri di Mapolresta Semarang Selatan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan diberikan penghargaan berupa sertifikat ketrampilan. (*)

—(*)—

SATPAM BENTROK DENGAN MAHASISWA UNHAS

Ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswsa Anti Kekerasan Akademik (Somasi) menggelar aksi di Kampus Unhas Tamalanrea. Akan tetapi ratusan mahasiswa ini terlibat keributan dengan Satuan Pengamanan kampus. Bentrokan bermula saat para mahasiswa membakar ban bekas di pelataran gedung rektorat. Petugas Satpam marah karena mahasiswa menghalang-halangi petugas yang hendak memadamkan api. Mahasiswa melempari satpam dan merusak jendela gedung rektorat. Seorang sekuriti bernama Musmuliadi mengalami luka terkena lemparan batu di dahi, serta seorang mahasiswa bernama Abdillah juga turut menjadi korban. Kaca-kaca jendela gedung rektorat lantai satu turut menjadi sasaran. Bentrokan pun tidak dapat dihindari. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Drs Nasaruddin Salam MT berusaha berdialog dengan mahasiswa untuk menenangkan aksi tersebut namun tidak menghasilkan kesepakatan. (*)

—(*)—

SATPAM FREEPORT DISERANG OKNUM TNI

Tiga personil Satpam PT Freeport dikeroyok oleh empat oknum anggota TNI pada 7 Mei 2010 di sekitar pos jaga Mil 68 Tembagapura. Tiga anggota Satpam PT Freeport masing-masing Faldy Wally, Larmen Gultom, dan David, mengalami luka memar pada beberapabagian tubuh mereka. Faldy Wally selaku koordinator jaga menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi saat para anggota TNI meminta dirinya selaku koordinator pos jaga Mil 68 untuk mengantar mereka ke Mil 64 dengan kendaraan. Fadly lalu meminta para anggotaTNI tersebut agar bersabar menunggu karena dirinya harus melapor keatasan. Namun komunikasi dengan atasan Fadly tidak tersambung sehinggamemicu amarah para anggota TNI tersebut. Ia kemudian ditendang dan dipukul dengan popor senjata. Para pelaku juga mengeluarkan kata-kata bernada ancaman, bahkan menodong petugas pos jaga dengan menggunakan senjata laras panjang. Komandan Kodim 1710 Mimika, Letkol Inf Refrizal mengatakan kasus tersebut sudah ditangani Sub Den POM XIII Timika. Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning meminta pimpinan TNIdi Mimika, memproses anggotanya yang terlibat kasus pemukulan Satuan Pengamanan (Satpam) PT Freeport Indonesia di pos jagaMil 68 Tembagapura. Ribka mengingatkan para prajurit TNI yang bertugas di Papua agar tidakbertindak arogan terhadap rakyat setempat yang justru membawa dampakburuk bagi stabilitas keamanan di Papua. (*)

—(*)—

SATPAM DISKOTEK SERANG TAMU

Petugas Satuan Pengamanan diskotek TH di Menteng diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap pengunjung klub tersebut, 5 Mei 2010 silam. Kejadian itu bermula ketika pengunjung kelab, Fauziah (31) tanpa sengaja menyenggol orang lain. Secara tiba-tiba petugas yang diketahui bernama Syamsul Warman datang dan memukul Fauziah dengan menggunakan botol hingga luka robek di dahi. Beberapa saksi dalam kejadian tersebut yang mencoba melerai malah mendapatkan pukulan dari Syamsul hingga luka lebam dan robek di bagian bawah mata kiri. Hingga kini Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus ini. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: