JUNI 2010

SECURE PARKING TERKENA SANKSI

PT Securindo Packatama Indonesia dihukum membayar kerugian sebesar Rp10 ribu serta diperintahkan untuk menyesuaikan tarif jasa perparkiran sesuai dengan SK Gubernur DKI Jakarta No.48/2004. Hal itu sebagaimana putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) terkait gugatan yang diajukan salah satu pelanggan Secure Parking, advokat David ML Tobing. Majelis Hakim membacakan putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,  2 Juni 2010 silam. Majelis menyatakan Secure Parking terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan menaikan tarif parkir yang nilainya tinggi sebagaimana disampaikan penggugat. Sementara itu sepanjang persidangan berlangsung, Secure Parking dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta maupun kuasa hukumnya tak pernah hadir kendati sudah dipanggil secara patut. David menggugat lantaran melihat ada ketidakberesan pengenaan tarif parkir yang dikelola Secure Parking saat memarkir mobilnya di Gedung Menara Rajawali. Setelah menghabiskan waktu selama 2 jam 25 menit, David dikenakan bea parkir sebesar Rp9.000. Seharusnya, total biaya parkir yang dikenakan Rp6.000. Praktik pengenaan tarif parkir tinggi itu terus berlanjut saat David memarkir mobilnya di gedung lain, antara lain di Gedung Menara Karya, Gedung Menara Sudirman dan Hotel Le Meridien. (*)

—(*)—

SATPAM UNDIP LAWAN PERAMPOK NASABAH BANK

Kawanan perampok bersenjata api beraksi di depan Gedung Pascasarjana Undip, 27 Mei 2010 siang. Pelaku sempat menodongkan pistol dan mengeluarkan tembakan peringatan kepada sejumlah Satpam Undip dan Bank BNI. Mereka berhasil menggasak uang milik nasabah bank sebesar Rp 5 Juta. Kejadian bermula ketika korban mengambil uang dari Bank BCA Telogorejo dan hendak menyetorkannya ke BNI Undip. Korban yang seorang diri baru saja memarkir mobil ketika dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor menghampirinya. Para pelaku lantas merebut tas milik korban dengan menyabetkan golok ke arah punggung korban hingga mengalami luka serius. Sejumlah petugas Satpam Kampus Undip dan Bank BNI yang melihat kejadian itu berusaha mengejar pelaku, namun dikagetkan oleh munculnya dua pelaku lain yang juga berbocengan sepeda motor. Kedua pelaku yang baru muncul itu mengeluarkan tembakan peringatan sekali dan menodongkan pistol kepada petugas keamanan. Hal itu tentu saja menciutkan nyali sejumlah orang yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Para pelaku melarikan diri dengan mudah sedangkan korban di bawa ke RS Telogerojo untuk  mendapatkan perawatan intensif. (*)

—(*)—

SATPAM TEWAS PESTA MIRAS

Usai menenggak minuman keras, IKM (33), seorang Satpam toko tewas di RSUP Sanglah, Denpasar, 2 Juni 2010 silam. Korban tidak sempat mendapat perawatan di rumah sakit dan diduga tewas dalam perjalanan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga pesta minum miras dan kondisi fisik korban menurun dan lemas. Korban yang keseharianya menjaga toko furniture dan elektronik di Jalan Teuku Umar, Denpasar, sempat mengeluh sakit perut ke istrinya. Korban tidak bercerita di mana ia minum dan bersama siapa.  Berdasarkan keterangan petugas medis melalui hasil visum, diketahui dia meninggal karena minuman beralkohol. (*)

—(*)—

SATPAM HOTEL MEWAH BUNUH DIRI

Seorang petugas Satuan Pengamanan Hotel Manhattan di Kuningan, Jakarta Selatan, bernama Susanto, tewas pada 8 Juni 2010 pagi setelah terjun dari lantai puncak atas penginapan mewah tersebut. Apa yang menjadi penyebab aksi nekat dirinya terjun dari ketinggian tersebut belum diketahui. Kepala Polsek Setiabudi, Kompol Wayan Gede Ardhana, mengungkapkan bahwa aparat polisi masih menyelediki hal ini. Saat ini, jenazah Susanto telah dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Anehnya, lokasi di mana tubuh Susanto jatuh tidak dibatasi dengan garis polisi. Aktivitas di hotel yang terletak di kawasan segitiga emas Jakarta tersebut telah kembali berjalan normal. (*)

—(*)—

SATPAM PIALA DUNIA MOGOK KERJA

Polisi mengambil alih pengamanan pertandingan sepakbola Piala Dunia di Cape Town dan Durban, karena Satuan Pengamanan yang dipersiapkan melakukan aksi mogok kerja. Pemicu aksi mogok para Satuan Pengamanan adalah perselisihan soal upah dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Panitia Piala Dunia mengatakan mereka memanggil polisi setelah Satpam outsourcing dari perusahaan keamanan Stallion Security meninggalkan pos mereka beberapa jam sebelum pertandingan antara Italia dan Paraguay dilangsungkan di Cape Town. FIFA mengatakan bahwa, pihaknya menghormati aspirasi para Satpam, namun hal ini mengganggu jadwal pelaksanaan pertandingan. Aparat polisi di Durban bahkan menggunakan tembakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan aksi protes Satpam yang terkait dengan perselisihan gaji  mereka. Para Satpam pengamanan pertandingan di Durban menyatakan bahwa mereka dibayar hanya US $ 30 (sekitar 275.000,-)  untuk bekerja selama 18 jam setiap harinya selama Piala Dunia. (*)

—(*)—

Satpam Nonton Bola, Sekolah Dibobol Maling

Sebuah Sekolah Menengah Pertama di Ciamis, Jawa Barat, pada 19 Juni 2010 silam dibobol kawanan pencuri ketika petugas Satuan Pengamanan sedang asyik menonton pertandingan Piala Dunia. Peristiwa baru diketahui saat para petugas Satpam hendak membuka pintu kelas. Kondisi di dalam ruang kelas berantakan, teralis pintu ruangan tampak jebol. Sejumlah komputer dan perangkatnya sudah hilang dari tempatnya. Berdasarkan keterangan guru setempat, ada lima ruangan yang dibobol pencuri sehingga sekolah menderita kerugian lebih dari 50 juta rupiah. Hasil olah tempat kejadian perkara memperkirakan pelaku sudah mengenali betul wilayah sekolah. Pelaku diduga masuk dan keluar melalui jalan yang sama, yaitu lewat tembok batas sekolah. Kejadian diperkirakan berlangsung pukul 02.00 WIB saat siaran TV pertandingan Piala Dunia 2010 tengah berlangsung.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: