FEBRUARI DAN MARET 2010

SATPAM DI YOGYA AWASI ATM

Sejumlah bank di Yogyakarta, mewaspadai ancaman pembobolan ATM. Seperti yang dilakukan satpam BRI, jika ada nasabah lebih dari lima menit di ATM, petugas berhak menanyakannya. Selain menempatkan petugas keamanan, pihak bank juga memasang close circuit television (CCTV). Supervisi Pelayanan Intern Bank BRI Cabang Wates Kulonprogo, Suyoto, mengatakan pihaknya menugaskan Satpam selama 24 jam di seluruh kantor cabang. Ada delapan unit ATM yang menjadi prioritas pengamanan BRI. Satpam juga ditugaskan membantu nasabah yang hendak menggunakan ATM. Satpam di BRI sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengamankan ATM dan dilatih menanyakan aktivitas nasabah yang berada di dalam ATM lebih dari lima menit. Sementara itu, Branch Manager Bank Mandiri Kulonprogo Sumardi Darma Saputra, mengaku pihaknya sudah menggunakan alat pengamanan CCTV di ATM dan dipasang alat scanning untuk mendeteksi kartu palsu. Pihaknya juga telah menggandeng aparat keamanan dengan menggunakan standar operasional yang ada. (*)

—(*)—

SATPAM UNIVERSITAS GERMAN UNJUK RASA

Puluhan petugas satuan pengamanan (satpam) Universitas German Centre, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, mogok kerja, menuntut kenaikan upah. Ketua Serikat Pekerja Universitas German Centre, Dicky Zulkarnaen mengatakan di Serpong, Kamis, puluhan petugas keamanan yang mogok bekerja itu dengan masa kerja lebih dari 10 tahun masih digaji di bawah upah minimum kota (UMK) Rp1,117 juta. Satpam yang bekerja lebih dari 10 tahun hanya digaji di bawah RP1 juta, sedangkan Satpam baru mendapat upah lebih besar. Mereka menilai hak Satpam Universitas German Centre belum terpenuhi karena manajemen perusahaan tidak memikirkan kesejahteraan mereka. Para satpam akhirnya melakukan aksi mogok kerja mulai 21 Januari 2010 hingga 2 Februari 2010. Bila manajemen tidak menaikkan upah para satpam pihaknya akan mengajukan persoalan tersebut ke Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk diselesaikan menyangkut pengadilan hubungan industrial. Sementara itu, pihak manajemen melalui petugas keamanan setempat memberikan bantahan melalui selebaran kepada sejumlah wartawan. (*)

—(*)—

SATPAM DAN FBR TAWURAN

Forum Betawi Rempug (FBR) terlibat bentrok dengan satuan pengamanan (satpam) Delta Spa & Health Club, Jl Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta pada 5 Februari 2010 silam. Tawuran keduanya mulai reda saat polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata sekitar pukul 23.30 WIB. Penyebabnya diduga Satpam Delta Spa bersikap tidak simpatik kepada FBR. Tawuran terjadi sekitar 30 menit. Masing-masing pihak saling menyerang dengan melempar batu, kayu, atau botol. Tawuran bergerak ke jalan raya sehingga sempat menimbulkan kemacetan. Polisi yang tiba dan hendak melerai tidak dihiraukan. Akibatnya, polisi melepaskan gas air mata untuk membubarkan tawuran massa tersebut. Saat ini, beberapa polisi masih terus berjaga di sekitar lokasi. Sementara arus lalu-lintas mulai normal. (*)

—(*)—

SATPAM HOTEL BENTROK DENGAN POLISI

Seorang petugas SATAM Hotel di Pontianak melakukan kekerasan terhadap pers saat meliput razia di sebuah hotel di Pontianak. Awalnya, sekitar pukul 22.00 WIB puluhan Satpol PP dan Petugas Poltabes Pontianak yang hendak melakukan razia terhadap sebuah Hotel di Pontianak dihadang puluhan preman dan satpam hotel. Akibatnya, dua kelompok massa ini bersitegang dan adu jotos. Tiba-tiba dua wartawan yang sedang meliput adegan kisruh satpol PP dan preman malah menjadi korban. Mereka adalah Pio Nersen wartawan Tribun Pontianak dan Martono kontributor TV One. Keduanya dipukuli dan ditendang seorang petugas keamanan. Sambil memaki dan memukuli wartawan, Rudi juga merusak kamera Martono. Tamu hotel yang melihat kejadian tersebut pun kaget. Mereka akhirnya berhamburan ke luar hotel. Kekisruhan berlangsung sekitar 30 menit. Petugas akhirnya menangkap 5 orang preman dan satpam. Mereka akhirnya digelandang ke Polsek Kota Pontianak untuk diperiksa. (*)

—(*)—

SATPAM TELKOM USIR JURNALIS DAN DEMONSTRAN

Satuan Pengamanan membubarkan demonstrasi pegawai PT Telkom Divisi Regional Jawa Tengah dan Yogyakarta dan bahkan mengusir jurnalis yang meliput unjuk rasa tersebut. Para pegawai Telkom mendirikan panggung dan memasang spanduk di halaman kantor PT Telkom, Jalan Pandanaran, Semarang. Mereka menuntut kenaikan gaji dan menolak pemotongan upah oleh manajemen perusahaan. Sejumlah jurnalis yang datang untuk meliput aksi massa diusir oleh beberapa petugas Satpam PT Telkom. Satpam PT Telkom pada akhirnya membubarkan unjuk rasa dengan alasan lapangan akan digunakan untuk apel sore. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: