AGUSTUS 2009

IT DAN ALAT KEAMANAN

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh lembaga IMS Research di Amerika Serikat, Departmen IT harus terlibat langsung dalam pemilihan perangkat elektronik keamanan di lokasi perusahaannya. Hal ini dikaitkan dengan perkembangan perangkat keamanan berbasis Internet Protocol yang menjadikan sistem keamanan terintegrasi dengan jaringan sehingga proses manajemen keamanan menjadi efisien dan efektif. Mayoritas responden penelitian yang tergabung dalam North American Integrator and Installer of IP-based Security Products mengungkapkan bahwa 60 persen penyedia alat teknologi pengamanan tidak memiliki layanan yang diperlukan untuk mengintegrasikan perangkat teknologi mereka ke dalam sistem keamanan yang telah ada di perusahaan, sehingga diperlukan keterlibatan Departemen IT untuk memilih perangkat yang sesuai dan instalasi yang tepat. Selain itu, 40 persen responden mengungkapkan bahwa para penyedia alat tidak memberikan pelayanan yang seharusnya diberikan seperti pelatihan penggunaan alat, demo perangkat, dan peranti lunak yang sesuai dengan alat yang dipasang. (*)

—(*)—

GAJI IDEAL SATPAM: 2.5 JT/BLN

Berapa gaji ideal seorang petugas Satpam? Pertanyaan ini mengemuka dalam seminar bertajuk “Status dan Kesejahteraan Pekerja Security Outsourcing Ditinjau dari Pengguna dan Penyedia Jasa” yang diselenggarakan oleh AMSI dengan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia di hotel Borobudur, 18 Agustus 2009 silam. Toto Trihamtoro, Ketua Harian ABUJAPI mengungkapkan bahwa, gaji ideal seorang petugas Satuan Pengamanan di Jakarta adalah Rp. 2,574,144  sebulannya. Jumlah ini didasarkan pada kondisi bahwa seorang personil Satpam bekerja 12 jam sehari. Oleh karenanya, selain gaji dan tunjangan, ada komponen lembur, tunjangan hari libur nasional, THR, dan tunjangan pesangon, yang harus dibayarkan setiap bulannya. Akan tetapi, ada dua hal yang menyebabkan kenapa gaji Satpam belum mencapai angka ideal. Pertama, Satpam belum diakui sebagai profesi, sekalipun seorang Satpam harus mengikuti pelatihan 232 jam pelajaran. Jabatan Satpam selalu di posisi terendah sebuah perusahaan. Kedua, pengguna jasa keamanan outsourcing mempergunakan jasa BUJP dengan menawar harga sangat rendah. Dampaknya, BUJP kesulitan memberikan gaji yang ideal bagi personilnya. Syukur Sarto, Ketua FSPSI mengungkapkan, asosiasi di bidang profesi dan perusahaan jasa keamanan diharapkan dapat memperjuangkan kesejahteraan Satpam. Asosiasi diharapkan dapat memberikan pengertian dan pengetahuan kepada para pengguna jasa bahwa mereka sebenarnya juga bertanggung jawab atas kesejahteraan Satpam outsourcing yang bekerja di tempat mereka. (*)

—(*)—

SATPAM TEMUKAN PELURU AKTIF

Seorang petugas Satuan Pengaman menemukan puluhan butir peluru aktif di pos jaga Perumahan Direktorat Pajak, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/8/2009). Situs OKEZONE Menuliskan bahwa peluru jenis kaliber 0,9 mm standar TNI itu ditemukan oleh petugas Satpam berinisial KH (42), yang sedang bertugas. Tidak diketahui siapa pemilik peluru itu, karena KH menemukan bungkusan berisi peluru sesaat setelah ia kembali membeli makan. Sebelum menemukan peluru itu, KH mengaku melihat tiga perempuan yang sedang menelepon di dekat pos. Ia tidak mengenali wajah tiga perempuan itu, sehingga tidak dapat menggambarkan ciri-cirinya. Mengetahui dalam bungkusan itu berisi peluru aktif, KH melaporkannya ke Mapolsek Waru dan aparat polisi datang mengamankan peluru tersebut. (*)

—(*)—

SATPAM DEMO DI BANTEN

Puluhan tenaga Satpam yang dipekerjakan di PT Titan Petrokimia Nusantara Cilegon Banten, melakukan unjuk rasa di depan perusahaan penghasil bijih plastik. Para satpam meminta manajemen tetap mempekerjakan mereka setelah perusahaan penyalur Satpam akan diganti oleh pihak manajemen dengan perusahaan penyalur tenaga keamanan baru. Kantor berita ANTARA, pada Senin (10/8) memberitakan bahwa sebanyak 49 tenaga Satpam di perusahaan kimia asal Malaysia tersebut disalurkan oleh perusahaan outsourcing PT Vidia Rizki Tama, tetapi setelah masa kontraknya habis manajemen PT Titan Petrokimia Nusantara menggandeng PT Garda Bakti Nusantara untuk menyediakan tenaga Satpam yang baru. Perusahaan baru tersebut hanya menggunakan tenaga satpam sebanyak delapan orang untuk posisi komandan regu dan wakil komandan regu. Para Satpam tidak mempersoalkan perusahaan outsourcing yang akan masuk di perusahaan tersebut, namun mereka menegaskan seharusnya semua eks-Satpam PT Vidia di pekerjakan kembali oleh perusahaan yang baru. Para satpam sudah bekerja di perusahaan tersebut dengan masa kerja antara 6 tahun sampai dua belas tahun. Aksi unjuk rasa kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya hari Sabtu (8/8) lalu mereka juga berunjuk rasa di depan gerbang perusahaan. Komandan Satuan Pengamanan PT Titan Petrokimia Nusantara tidak dapat memberikan penjelasan terkait tuntutan para Satpam. Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian Cilegon dan Polsek Pulomerak. (*)

—(*)—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: