JANUARI 2010

SATPAM TEWAS DIBUNUH DI BOGOR

Surya, 56, seorang Satpam di Sahamm Sport Center, Senin (14/12) ditemukan tewas dengan 50 luka tusukan di pos Satpam tempatnya bekerja di Jalan Curug Induk RT 1/2, Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Mayat Surya pertama kali ditemukan Kariudin, rekannya. Ia curiga saat melihat darah berceceran di depan pos satpam. Saat melihat ke dalam pos satpam, ia menemukan Surya sudah terkapar dengan tubuh penuh luka tusukan. Polisi yang melakukan pemeriksaan menemukan sekitar 50 luka tusukan di sejumlah bagian tubuh korban terutama di bagian perut dan kepala. Aparat mencurigai seorang cleaning service yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Surya karena pada malam sebelum Surya tewas, sejumlah saksi mata mengatakan petugas cleaning service tersebbut terlihat mengobrol dengan Surya. (*)

—(*)—

SATPAM PASAR SUKHARJO DEMO DI DPRD

Belasan perwakilan Satpam pasar tradisional di Sukoharjo mengadukan nasib mereka ke anggota DPRD menyusul minimnya upah yang mereka terima dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) senilai Rp 200.000 per bulan. Para Satpam itu menuntut pemberian upah layak sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Menurut para Satpam itu, keberadaan mereka mewakili 47 orang Satpam yang saat ini bekerja di bawah kendali Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Seorang Satpam, Suryanto menjelaskan, upah yang mereka terima selama dua tahun ini masih jauh dari kata layak. Pemkab juga tidak pernah menaikkan upah mereka setiap tahunnya. Suryanto menambahkan, honor senilai Rp 200.000 dari Disperindag ditambah Rp 100.000 dari paguyuban pedagang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Oleh sebab itu, kedatangan para Satpam hari itu adalah meminta bantuan anggota dewan untuk merealisasikan upah layak sesuai UMK. (*)

—(*)—

SATPAM SEMEN GRESIK TUNTUT STATUS KARYAWAN

Ratusan Satuan Pengamanan PT Semen Gresik di Tuban bersama istri dan anaknya, Kamis (3/12) pukul 10.00 mengadu ke DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tuban, menuntut status sebagai karyawan PT Semen Gresik. Status mereka, sejak 2003, telah dialihkan menjadi tenaga kerja outsourcing di anak perusahaan PT Semen Gresik, yakni PT Swabina Gatra. Padahal para sekuriti itu telah menjadi karyawan tetap PT Semen Gresik di Tuban sejak 1991. Selain ke DPRD, para Satpam berdemo ke Kantor Bupati Tuban. DPRD dan Pemkab Tuban telah menampung aspirasi mereka dan berjanji akan menyampaikan ke manajemen PT Semen Gresik. (*)

—(*)—

MAHASISWA UNIRA BENTROK DENGAN SATPAM

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Peduli Mahasiswa (P2M) terlibat aksi dorong dan baku hantam dengan petugas keamanan kampus Universitas Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (7/1). Hal ini dikarenakan mahasiswa merasa dihalang-halangi petugas saat akan menemui rektor. Mahasiswa menggelar aksi membakar ban bekas di halaman rektorat sambil meneriakkan yel-yel. Aksi ini dipicu tuntutan mahasiswa penghapusan rangkap jabatan dosen strata satu (S1). Kobaran api yang semakin membesar, membuat petugas kampus terpaksa memadamkan api. Hal itu justru memancing emosi mahasiswa. Mereka mengejar petugas kampus dan memukulinya. Diperlakukan demikian, satpam kampus melawan. Tal hanya itu. Mahasiswa lain pun ikut membantu satpam yang dipukuli. Alhasil terjadilah baku hantam antara mahasiswa pro rektor dan demonstran. Selang satu jam, rektor menemui mahasiswa. Pengunjuk rasa mengancam menggelar aksi lebih besar dan menyegel seluruh ruangan kampus, jika tuntutan masih tidak dipenuhi.(*)

—(*)—

SATPAM OUTSOURCE DIHALANGI BEKERJA

Sebanyak 48 anggota Satpam PT Metro Garmen (MG) kubu Direktur Utama, George Gunawan (versi RUPS 17 Juni 2008) mendatangi pabrik PT MG di Jalan Raya Moh. Toha Km 7,5, Kec. Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Jumat (8/1) pagi. Kedatangan mereka untuk bekerja menggantikan Satpam yang ada, namun kedatangan mereka dihalangi petugas Satpam kubu Komisaris PT MG, Sugianto dan General Manager, Yacobus Timotheus. Puluhan satpam dari kedua kubu saling berhadapan dan berteriak-teriak memanggil nama pimpinan dari pihak lawan. Para Satpam dari kubu Komisaris PT MG meminta jaminan hak mereka sebagai karyawan, karena merasa sudah diangkat sebagai karyawan sejak 2 Januari 2010. General Manager PT MG kubu Sugianto, Yacobus Timotheus mengatakan, 48 orang tersebut hanyalah sekelompok orang yang berseragam satpam dan meminta bertemu dengan pihak manajemen PT MG. Andrew Soetanto, Asisten Direktur PT MG menjelaskan, kedatangan puluhan orang Satpam ke PT MG hanya untuk menjalankan tugasnya sebagai pelaksana bidang keamanan sesuai kontrak kerja antara PT Trisula Wibawa dengan PT MG. Seharusnya kedatangan mereka tidak dihalang-halangi, sebab sudah mengantongi surat tugas dari direktur yang sah, yaitu George Gunawan. Hal itu juga diperkuat dengan adanya putusan Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, yang menguatkan putusan PN Bandung tentang RUPS, yang menyatakan jika George Gunawan merupakan direktur sah PT MG.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: